Judul Buku : The Cuckoo's Calling
Penulis: Robert Galbraith
Judul Terjemahan : Dekut Burung Kukuk
Penerjemah : Siska Yuanita
Penerbit : Gramedia
Tebal : 520 halaman
Terbit : Desember 2013
ISBN : 978-602-03-0062-7
Tebal : 520 halaman
Terbit : Desember 2013
ISBN : 978-602-03-0062-7
Siapa yang tak kenal J K Rowling? Penulis mega best
seller yang tenar dan kaya raya karena Harry Potter si bocah penyihir dengan
luka di dahi. Yaps, setelah hampir tujuh tahun memukau dunia dengan Harry
Potter dan dunia sihir yang ajaib nama JK Rowling menjadi penulis yang paling
dicari. Selain 7 Buku Harry Potter, Rowling juga menulis novel tentang carut
marut kota kecil Pagford di The casual Vacansy. Meski kemudian The Casual
Vacansy tidak setenar Harry Potter, tetapi novel itu cukup membuktikan kapasitas
JK Rowling sebagai penulis kawakan. Beberapa waktu lalu, santer terdengar kabar
bahwa JK Rowlinglah nama asli dari penulis Robert Galbraith yang menulis novel
detektif berjudul The Cuckoo’s Calling. Novel yang semula hanya laku sekitar
1700 copy ini diburu oleh semua pecinta JK Rowling dan menjadi buku best seller
no 1 di Amazon.com. Saya sendiri begitu tahu ada terjemahan Indonesia yang
diterbitkan Gramedia langsung segera membelinya.
Kisah novel ini dimulai dengan adegan kematian Lula Landry supermodel terkenal yang bunuh diri melompat dari
apertemennya di kawasan mewah London. Sontak kematian itu mengejutkan banyak pihak.
Berbagai spekulasi muncul, pers memberitakan semua orang yang terkait dengan
Lula termasuk Evan Duffield, kekasih Lula yang diduga terlibat pertengkaran
sebelum Lula bunuh diri. Lalu adegan
berpindah ke Cormoron Strike, pensiunan tentara dengan setengah kaki yang
membuka usaha detektif dan terlibat banyak utang. Strike baru saja mengakhiri
hubungan dengan kekasih jangka panjangnya Charlotte dan menjadi tunawisma. Di tengah kehidupannya yang pelik
itu dua orang datang ke kehidupannya, yang pertama Robin, asisten temporer yang
cekatan dan John Bristow, kaka Lula yang tak percaya Lula mati bunuh diri yang
menawarkannya uang dalam jumlah banyak untuk mencari tahu pembunuh sebenarnya
yang membunuh adiknya.
Karena butuh uang dan menyadari bahwa John adalah kakak
sahabat masa kecilnya, Charlie akhirnya Strike menerima pekerjaan yang dia
pikir mustahil. Strike setuju dengan polisi kalau Lula Landry bunuh diri.
Dengan bantuan Robin mereka berusaha meyelidiki kasus dengan memanfaatkan media,
mewawancarai orang yang dekat dengan Lula, dan Internet. Cormoran mewawancarai beberapa orang, diantaranya adalah Paman
Kandung Lula Tony Landry, sahabat Lula saat di pusat rehabilitas obat-obataan
Rochelle, dan Pacar Lula, Evan Duffield. Satu pernyataan yang mengganggu Srike adalah pernyataan Tansy Bestigui, tentangga apartemen Lula yang mengatakan sebelum jatuh
Lula terdengar bertengkar dengan seorang Pria. Kemudian, Rochlelle ditemukan
meninggal beberapa jam setelah bertemu Cormoron Strike yang meyakinkan Strike
bahwa Lula Landry benar-benar telah dibunuh seseorang. Lalu siapakah pembunuh
itu? Well, sebaiknya kalian baca sendiri dan terkejut sendiri mengetahui siapa
pembunuhnya.
Saat membaca Dekut Burung Kukuk, saya tidak menaruh ekspektasi
apa-apa pada buku Rowling ini. Saya takut kalau terlalu menaruh harapan tinggi
maka harapan saya akan layu seperti saat membaca the casual vacansy. Namun saat
mulai membaca beginning novelnya yang luar biasa, saya mulai tertarik apalagi
perlahan-lahan kehidupan Lula terkuak, masa Lalu Comoron Strike yang juga rumit
dan gelap, Hubungan Cormoron Strike dan Robin, penyelidikan Srtike yang membuat saya ikut
menerka-nerka siapa pembunuh dan setelah membaca sampai habis dan mengetahui
pembunuhnya harus saya akui JK Rowling penulis detektif yang lumayan
handal. Membaca buku ini juga membuat saya terperangah akan kepiawaian JK
Rowling menyusun Plot, Setting dan Karakter. JK Rowling benar-benar detail
sekali menggambarkan London membuat kita seolah-olah ikut bersama Strike
menyusuri jalan London yang elegan. Karaterisasi para tokoh juga kuat
sebagaimana tercantum dalam novel-novel Rowling sebelumnya. Hanya saja sebagai
penggemar cerita misteri saya harus akui bahwa plot Rowling sangat lamban tidak
secepat Agatha Christie atau Conan Doyle tetapi jangan khawatir meski lamban
kita akan dengan senang hati membaca buku ini sampai selesai karena kemampuan
Rowling menggiring cerita dengan kata-kata yang tidak membosankan.
Satu hal lagi yang penting adalah penerjemah novel ini.
Saya sungguh salut sama Mbak Siska Yuanita yang mampu menerjemahkan
buku ini dengan apik bahkan sempurna. Lihat saja judulnya dari The Cuckoo’s
Calling jadi Dekut burung Kukuk. Saya cari di KBBI dekut itu artinya tiruan bunyi
merpati atau burung Kukuk. Kata yang baru saya dengar saat baca novel ini.
Benar-benar pemilihan kata yang keren. Namun, memang kebanyakan penerjemah
Gramedia keren-keren sih tapi yah untuk kasus novel ini saya harus acungkan
empat jempol untuk penerjemahnya. Akhir kata sebelum resensi ini berakhir pesan
yang bisa kita dapatkan dari novel ini adalah jangan serakah dan suka iri hati.
Percayalah kedua sifat itu hanya akan menghancurkanmu.
Sampai jumpa di resensi berikutnya

0 komentar:
Posting Komentar