Judul Buku : U Turn
Penulis : Nadya Prayudhi
Penerbit : Plotpoint
Tahun Terbit : Mei 2013
Jumlah halaman : 255 halaman
Buku kelima yang gue baca, sekaligus yang pertama di bulan Febuari adalah
U-Turn karya Nadya Prayudhi. Judulnya bikin gue google apa itu U turn dan
artinya adalah berbalik 180 derajat. Karena judul yang menarik ini, gue jadi
tertarik untuk beli dan novel ini. Ini adalah Buku pertama Nadya Prayudhi dan
dia butuh sembilan tahun..., IYA SEMBILAN TAHUN untuk menyelesaikan buku ini.
Wow banget, yah.So, buat kamu yang baca review ini dan novel kamu belum
selesai-selesai. Yakinlah suatu saat akan terbit *Wink
Ok, kita kembali ke novel ini. U turn sendiri berkisah tentang Karin,
perempuan muda yang hubungan asmaranya selalu berantakan. Selama ini dia sudah
berhubungan dengan beberapa pria yang hampir semuanya menyakiti hatinya.
Kemudian dia bertemu Bre, dengan Bre dia merasa nyaman walau sering
putus-sambung, putus-sambung. Hingga akhirnya mereka benar-benar putus dan
dunia karin jumplitan. Novel ini dibuka dengan adegan awal yang apik. Karin
sedang baca email putus dari Bre membuat pembaca merasa tertantang untuk tahu
kisah mereka.
Kemudian bergulir ke awal
Karin dan Bre bertemu, alasan mereka putus sampai ke (Karin sadari) betapa
hancurnya dia. Di tengah kehancuran itulah, Karin membuat keputusan untuk
melakukan U-Turn alias berbalik dan mengenali dirinya. Hasilnya, dia terkejut
ternyata dia masih menyimpan duka masa lalu yang mungkin juga menjadi dosa
terbesar dalam hidupnya. Apakah dosa masa lalu itu? Berhasilakah hubungan Bre
dan Karin? Well, baca sendiri kelanjutannya.
Bagi gue, U-Turn adalah novel yang menarik. Novel ini, tidak hanya
mengangkat tema perempuan lajang 30an yang belum menikah terus ketemu cowo kaya
dan dengan segala macam intrik akhirnya mereka menikah. Bukan, lebih dari itu. Novel
ini menyajikan intrik yang lebih seru. Masa lalu karin membuat saya
mengacungkan dua jempol untuk penulis yang berhasil memikirkan konflik sekeren
itu dan yah penyelesaiann novel juga briliant bahwa setiap tokoh punya kaitan
pada masa masa lalu Karin itu. Sembilan tahun menulis novel ini tak terbuang
percumalah. Hal yang menjadi favorit gue adalah kemunculan Ayah Karin, bule
campuran yang cinta bahasa Jawa. Novel ini juga well edited, setidaknya gue
jarang menemukan kalimat atau scene yang sekedar nempel doang oh yah, dan minus
typo selamat untuk Arif Ash Siddiq, sang editor. Hanya saja ada beberapa hal
yang masih menganggu gue yaitu kemunculan Chuan, sang mantan di tengah
kegalauan Karin menurut gue kurang pas aja. Dan kali ini gue harus bilang
ilustrasi cover plot point yang biasanya ciamik kurang pas aja. Gambar
perempuan yang berdiri itu tampak seperti anak perempuan 17 tahun yang
sedang galau sama sekali berbeda dengan
gambaran Nadine, wanita karir modis yang sedang terpuruk. Selain daripada itu gue rasa
novel ini bagus.
Habis baca U Turn gue sendiri pengen melakukan U turn tentang kehidupan gue
selama ini. Siapa tahu gue masih terjebak masa lalu kaya Karin *halahh Yang
pasti novel ini memenyadarkan gue untuk selalu melihat ke diri kita sendiri
apabila ada yang salah dengan hidup kita. Setidaknya ada tiga pesan yang bisa
gue bagi setelah baca buku ini. Yang pertama, selesaikan masa lalumu dengan
benar, ga lucu kalau dia sewaktu-waktu menghantuimu. Yang ketiga, please kalau
ada cowo yang memukulmu (apalagi sampai pingsan) tinggalkan dia dan lapor
polisi! Dan yang ketiga, Kalau kesialan selalu menghampiri lo, coba lakukan
U- Turn melihat keadaaan lo di masa lalu karena tak ada yang lebih baik di
dunia ini selain mengenali diri lo sendiri. So, recomended book. Sampai jumpa di
review buku seterusnya.

0 komentar:
Posting Komentar